Gubernur Viktor Laiskodat: UKAW Kupang Harus Bisa Majukan NTT

KUPANG, RANAKANEWS.com- Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, sebagai sebuah Lembaga Pendidikan Tinggi Kristen di NTT, harus bisa berperan aktif dalam pengembangan SDM yang lebih berkualitas, tidak saja itu, out put dari UKAW harus bisa terlibat dalam pembangunan, terjun langsung ke masyarakat, kerja keras dengan pikiran cerdas, tampilkan cara-cara kerja inovatif di luar kebiasaan, mengimplementasikan semua Iptek yang telah didapat, untuk kesejahteraan masyarakat. Itulah wujud nyata dari bagaimana mengaktualisasikan karakter-karakter Kristus bagi dunia, yaitu menjadi manusia yang cerdas, berani dan peduli.

Hal tersebut ditegaskan oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), saat menerima Rektor Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang Dr. Ir. Ayub U. I. Meko., M.Si, bersama Wakil Rektor II Ir. Yohanes Merryanto., M.Si., Ph.D, Kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Ir. Melkianus Nuhamara, MP, Pdt. Dr. Wilfrid Ruku selaku Dekan Fak. Teologi, dan Umbu P. L. Dawa, S.Pi. M.Sc selaku Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Jumat (16/9/2022, di ruang kerja Gubernur NTT, Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT.

Gubernur NTT didampingi Anwar Pua Geno selaku Staf Khusus Gubernur NTT bidang Kerjasama dan Hubungan Antar Lembaga, mengajak semua Civitas Akademika dan para mahasiswa aktif UKAW maupun para Magister dan Sarjana yang akan dilepas pada prosesi wisuda tanggal 24 September 2022 mendatang, dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi NTT dalam meminimalisir angka kemiskinan di NTT.

“Unkris harus mampu memberi kontribusi nyata dalam kolaborasi dengan pemerintah mensejahterakan masyarakat NTT. Kita bisa bekerja sama dengan menjalankan berbagai program pemerintah, ada Program TJPS, Kelor, budi daya Kerang, Kerapu, Lobster, dan semua program pemerintah dalam rangka optimalisasi pengeloaan SDA NTT yang sangat kaya dan variatif ini. Kita tidak bisa tinggal diam dan hanya berharap bantuan dari pemerintah saja, karena pemerintah saat ini juga sulit dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki. Semua kita harus bertanggung jawab dalam membangun dan memajukan NTT ini. Saya senang karena ada Fakultas Teknologi Pertanian dan
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan di Unkris. Nah ini modal untuk bagaimana lulusan – lulusan dari dua faklutas ini, bisa bekerja sungguh-sungguh di masyarakat, dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki para lulusannya, dapat bermitra dengan pemerintah, sehingga program – program unggulan dari Pemerintah Provinsi NTT dapat berjalan optimal, untuk kesejahteraan masyarakat NTT secara umum, juga kesejahteraan lulusan dari UKAW sendiri,” jelas Gubernur Viktor bersemangat.

Lulusan UKAW Kupang, sebut Gubernur VBL, harus benar-benar bisa menunjukkan kemampuannya di tengah masyarakat, harus bisa menjalankan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pengabdian kepada Msayarakat. Lebihnya, Para output dari UKAW harus kompetitif di jaman yang makin maju sehingga bisa mandiri.

“Jadi Sarjana Pertanian, jadi Sarjana Perikanan dari UKAW, tidak hanya untuk sekedar dapat gelar akademik semata, tetapi harus punya lahan pertanian atau lahan perikanan yang bisa dikelola secara mandiri, dan mampu menghasilkan income bagi diri sendiri dan keluarga. Ini menjadi bagian utama dari UKAW untuk menghasilkan para lulusan yang siap kerja di lapangan, bukan kerja di belakang meja. Jangan sampai jadi sarjana cuma diatas kertas saja. Nah ini pekerjaan berat bagi UKAW untuk menyiapkan para lulusan dengan baik, agar bisa memberi harapan untuk kemajuan daerah dan masyarakat NTT.

Kita siapkan program, dengan program – program ini sebenarnya pemerintah mau supaya semua unsur pembangunan termasuk didalamnya lembaga Pendidikan dan lulusannnya juga terlibat untuk bekerja bersama-sama. Mari kita bangun kolaborasi, UKAW dapat menyiapkan lahan sebesar 100 hektar, untuk mendukung program TJPS. UKAW juga punya tanggung jawab untuk kita bisa bangun NTT ini menjadi lebih baik, dengan semangat dan harapan baru. Kerja-kerja kita kedepan harus lebih fokus dan terarah, dengan menggunakan cara-cara di luar kebiasaan “extraordinary”, ujar Gubernur Laiskodat.

Mantan Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI ini juga menambahkan bahwa pemerintah siap mendukung bagi siapa saja, baik secara lembaga maupun perorangan yang siap bekerja sama, pasti pemerintah akan memberi perhatian dalam usaha bersama memajukan NTT.

“Disini hadir Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Pak Luki Koli, nah silahkan bisa langsung berkoordinasi dengan beliau, jika ada kendala mengenai bibit, alat-alat pertanian, pupuk dan sebagainya, Pak Rektor, Pak Dekan silahkan langsung menghubungi beliau, yang penting ada kesiapan dari UKAW untuk mau bekerja sama menjalankan berbagai program Pemerintah Provinsi NTT. Saya minta kepada UKAW, identifikasi setiap mahasiswa asal Daratan Timor, dapat menyiapkan lahan 1 hektar untuk dapat dikelola saat menjalankan program KKBM atau KKN, khususnya di Kabupaten Kupang, TTS dan TTU. Kita juga sementara dalam upaya untuk melakukan budi daya Kerang dengan rencana luasan budidaya adalah 10.000 hektar, karena kerang ini dapat dimanfaatkan untuk pakan lobster, UKAW saya harapkan bisa mendesain program kolaborasi untuk budi daya berkelanjutan dari program budi daya kerang tersebut. Selain itu, harapan saya kepada Pak Rektor dan seluruh Civitas Akademika UKAW bisa mengusahakan lahan untuk bisa ditanam jagung, kelor, ubi dan lain sebagainya, paling tidak lahan dari orang tua mahasiswa minimal setiap mahasiswa satu hektar, dapat dimanfaatkan secara baik untuk ditanam, sehingga bisa produktif secara ekonomis maupun antisipasi untuk rawan pangan”, urai Putera Semau ini.

Orang Nomor Satu NTT ini juga meminta agar UKAW dapat mendorong semua mahasiswanya ikut terlibat aktif dalam menanam kelor, masing-masing mahasiswa harus bisa tanam 100 pohon.

“Pa Rektor, saya harap UKAW segera membentuk tim kecil utk merencanakan program TJPS secara serius, setelah itu dapat berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, untuk menurunkan tim kecil, agar melakukan langkah-langkah dalam penyiapan lahan, dan paling lambat Bulan Oktober 2022 ini sudah action,” pinta Gubernur Laiskodat.

Sementara itu, Rektor Unkris Artha Wacana Kupang, Ayub Meko, dalam audiens tersebut menyampaikan kepada Gubernur VBL, bahwa dalam waktu dekat UKAW akan melaksanakan kegiatan Kuliah Umum bagi seluruh Civitas Akademika dan seluruh mahasiswa, sekaligus mengundang gubernur untuk dapat hadir dan menyampaikan sambutan pada Rapat Terbuka Senat Universitas Kristen Artha Wacana Kupang, dalam rangka Wisuda Pasca Sarjana ke-20 dan Wisuda Sarjana ke-64, pada tanggal 24 September 2022 mendatang.

“Terima kasih karena Bapak Gubernur selalu memberi perhatian dan mengikuti perkembangan UKAW dengan sangat baik, kami sangat memberi apresiasi untuk hal tersebut, khususnya pada hari ini, Bapak Gubernur membuka peluang yang sangat besar untuk kita dapat bekerja kolaboratif memajukan daerah ini. Hal ini juga menjadi peluang yang sangat berarti bagi para mahasiswa dan alumni UKAW untuk bisa diberdayakan, dalam rangka peningkatan taraf hidup dan ikut terlibat langsung dalam pembangunan kamasyarakatan, sebagai bagian terpenting dari implementasi pengabdian kepada masyarakat. Dan ini adalah konsekuensi implementasi praktis akademik dari sebuah lembaga Pendidikan tinggi, sehingga keberadaannya dapat diakui dan diterima dengan baik,” ungkap Rektor Meko.

Lebih jauh Putra TTS yang pernah menjabat Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UKAW ini juga mengharapkan kehadiran Gubernur VBL, pada kegiatan Kuliah Umum, dimana kegiatan tersebut sangat bermanfaat, sehingga kedepan UKAW semakin berbenah dengan berbagai masukan konstruktif bagi peningkatan mutu lulusan UKAW itu sendiri.

Gubernur Laiskodat menanggapi gembira dan antusias atas undangan kuliah umum tersebut, dengan menyampaikan akan hadir dan bersedia memberikan arahan dan masukan kepada seluruh Civitas Akademika dan Mahasiswa UKAW.

“Saya akan hadir, jika waktunya pas, tetapi saya lebih tertarik apabila kegiatan kuliah umum tersebut didesain pada satu tempat, dimana tidak saja hanya sekedar sebuah tempat untuk setiap orang hanya bisa mendengar ceramah dari saya saja, tetapi alangkah baiknya, jika kegiatan tersebut bisa dilaksanakan pada tempat yang representatif selain untuk mendengar, tetapi lebih dari itu setelah mendengar kita langsung melakukan aksi tanam, karena itulah implementasi ilmiah yang efektif dari apa yang didengar dari sebuah materi kuliah umum. Saya berharap UKAW harus bisa berada di garda terdepan untuk mendukung berbagai program pemerintah. UKAW dapat memberi upaya konkrit untuk ikut memberi solusi inovatif terhadap berbagai persoalan yang juga ditemui, termasuk masalah Stunting. UKAW diharapkan dapat memberi masukan dan jalan keluar terbaik, agar pemerintah dan Lembaga pendidikan bisa saling mendukung bekerja keras mewujudkan NTT Bangkit NTT Sejahtera,” pungkas Laiskodat yang adalah Doktor Bidang Pariwisata Lulusan UKSW Salatiga.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Lecky Frederich Koli, Analisis Kebijakan Ahli Muda/Sub Koordinator Substansi Kesra Pelayanan Dasar Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT Mysen S. Taopan, dan Analisis Kebijakan Ahli Muda/ Sub Koordinator Substansi Bina Mental Spritual Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT Maria Rosalinda Naiktas.

Penulis: Gratcya F.T.Ravim & Salvi M. Moruk

Editor: France A. Tiran
Juru Foto: Dwiputra Mone Mangngi. (RN)

 

error: Konten dilindungi!