
LARANTUKA,RANAKANEWS.com-
Menyikapi situasi sosial politik di tanah air selama sepekan, dengan berbagai aksi unjuk rasa di Ibukota Jakarta, dan sejumlah Kota, hingga di NTT, bahkan menimbulkan anarkis serta korban jiwa, Pemerintah Kabupaten Flores Timur mengajak semua pihak untuk menjaga situasi di Lamaholot, Flores Timur agar tetap aman dan damai.
“Pemerintah Kabupaten Flotim, mengapresiasi berbagai aspirasi masyarakat terhadap kebijakan pemerintah pusat dan daerah, namun semua pihak dihimbau agar menjaga situasi tetap kondusif.
Terima kasih atas kerjasama berbagai lapisan masyarakat, TNI, Polri sehingga situasi tetap kondusif, termasuk di Flores Timur.
Jangan melakukan tindakan anarkis yang merusak dan mengganggu kepentingan publik,”katanya, saat Konferensi Pers bersama Awak Media Flores Timur, di ruang kerjanya, Kamis (4/8/2025) siang.
Wabup Ignas Uran yang didampingi Kadis Komunikasi dan Informatika Heri Lamawuran,S.Sos lebih jauh menegaskan, kendatipun aksi nasional berpotensi masih berpeluang terjadi di daerah secara kontekstual, Pemerintah Kabupaten Flotim siap menyambutnya, namun diingatkan agar tetap mengedepankan karakter budaya Lamaholot yang santun dan beretika.
“Jangan adopsi gaya-gaya aksi di tempat lain, baik di tingkat nasional dan daerah lain, yang selalu merusak fasilitas publik serta cendrung anarkis.
Saya kira, ini tanggung jawab Kita semua untuk saling mengingatkan.
Mari, Kita jaga situasi tetap aman. Ciptakan damai agar seluruh masyarakat, guru, pegawai, petani, nelayan, pedagang, dan lainnya tetap fokus beraktivitas setiap seperti biasa,”imbaunya lugas.
Pada kesempatan itu, Wabup Ignas Uran yang mewakili Bupati Anton Doni Dihen yang tak bisa memimpin langsung Konferensi Pers, karena menghadiri acara penting lainnya di Adonara, bahkan lebih jauh meminta seluruh masyarakat agar makin matang mencerna setiap informasi yang beredar, baik lewat tuturan lisan maupun media sosial, agar tidak mudah terprovokasi.
Karena tak semua orang bisa menggunakan media sosial dengan baik, serta cenderung destruktif sehingga berpotensi merusak citra bangsa dan budaya Lamaholot.
“Iyah, Kita semua tentu berharap dan punya kewajiban yang sama menjaga situasi yang baik di daerah ni tetap dijaga.
Terima kasih kepada Yang Mulia Uskup Larantuka, Tokoh agama, Pemuka masyarakat, Kapolres Flotim, Dandim 1624 Flotim, yang dengan caranya masing-masing, melalui mimbar tetap himbau masyarakat agar selalu mawas diri.
Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Pimpinan Parpol, Forkompinda dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan berbagai pihak atas kontribusinya dalam menjaga situasi tetap kondusif di Flotim.
Kita terus mendorong solidaritas tetap tumbuh subur, dengan ikut mendoakan para korban aksi nasional dan daerah agar arwahnya tenang di Surga,”ucapnya.
Dilain pihak, menjawab pertanyaan Wartawan terkait akan ada gerakan di Kota Larantuka, termasuk menyoroti isu-isu lokal, Wabup Ignas Uran juga mengakui sesuai informasi intelijen, akan ada gerakan di Flotim.
Namun, yang paling penting adalah pesan apa yang mau disampaikan, bukan perilaku anarkis dan merusak.
“Iyah, Kami persilahkan menggelar aksi. Namun, tolong jaga tata tertib, etika serta jangan anarkis hingga menggangu masyarakat secara luas.
Ingat, modal sosial yang tetap aman dan damai, itu jauh lebih mahal dari uang untuk membangun.
Karena itu, sebagai orang Lamaholot, mari bersatu mulai dari Solor Watan Lema, Nusa Tadon Adonara hingga Ile Mandiri Larantuka.
Jaga supaya Lamaholot tetap damai dan aman,”tutupnya, bersemangat mengakhiri Konferensi Pers menyikapi situasi nasional dan daerah.
Pihaknya, berharap aksi nasional maupun di daerah lekas berakhir dan kembali normal, agar berbagai agenda pembangunan bisa berjalan lancar dan sukses.
Usai Konferensi Pers, Wabup Ignas Uran, yang tampil santai, didampingi Kadis Kominfo Heri Lamawuran melanjutkan obrolan santai bersama Awak Media seputar pembangunan Flotim sambil ngopi bareng dengan Pisang Molen panas.
Bahkan, Wabup Ignas Uran pun mengajak Awak Pewartah untuk turun bersama bertemu menghibur warga pengungsi Gunung Lewotobi di lokasi Huntara dan Huntap di akhir pekan, Sabtu (6/8/2025) sore hingga malam. (OLA)












