BI NTT Perkuat Kedaulatan Rupiah dan Ekonomi Perbatasan Lewat Garuda Sakti Cross Border Fest 2026

Penutupan festival Garuda Sakti Cross Border Fest 2026. (Humas BI NTT).

ATAMBUA, RANAKANEWS.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menegaskan komitmennya memperkuat kedaulatan Rupiah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan melalui Garuda Sakti Cross Border Fest 2026.

Kegiatan yang berlangsung sejak 4 hingga 8 Agustus 2026 tersebut resmi ditutup melalui closing ceremony di Lapangan Simpang Lima Atambua, Kabupaten Belu, Sabtu malam.

Penutupan festival berlangsung meriah. Lebih dari 5.000 masyarakat diperkirakan hadir untuk mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari hiburan, edukasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, QRIS, hingga edukasi perlindungan konsumen yang dikemas dalam bentuk kuis berhadiah.

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Alfin Ari Wijayanto, mengatakan Garuda Sakti Cross Border Fest 2026 merupakan wujud nyata semangat BI Bermakna dalam memperkuat kedaulatan ekonomi bangsa, khususnya di wilayah perbatasan negara.

Menurut dia, keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi berbagai pihak yang bekerja bersama sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman dan tertib.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata BI Bermakna yang terus bersinergi untuk memperkuat kedaulatan ekonomi bangsa di wilayah batas negara,” kata Alfin dalam acara penutupan.

Festival tersebut tidak hanya mengedepankan aspek hiburan, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan budaya, kompetisi pelajar, UMKM serta digitalisasi transaksi.

Ketua Tim Event Internasional Kementerian Pariwisata RI, Arya Galih Anindita, memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti berbagai perlombaan dengan semangat dan sportivitas.

Ia berharap Garuda Sakti Cross Border Fest tidak berhenti sebagai event yang mampu menarik massa, tetapi juga menjadi sarana edukasi sekaligus ruang inovasi bagi UMKM lokal.

“Event ini diharapkan tidak hanya menjadi media hiburan yang menarik massa, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan ruang inovasi bagi UMKM lokal sehingga memberikan dampak yang baik bagi masyarakat Kabupaten Belu,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Belu, Nikolaus Umbu K. Birri, menyampaikan apresiasi kepada BI NTT dan Kementerian Pariwisata RI atas dukungan dan kolaborasi dalam pelaksanaan festival tersebut.

Ia menilai berbagai rangkaian kegiatan yang dilaksanakan memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Atambua sebagai kawasan strategis perbatasan Indonesia dan Timor-Leste.

120 UMKM dan 2.977 Transaksi QRIS
Salah satu indikator keberhasilan kegiatan terlihat dari tingginya partisipasi pelaku UMKM.
Sebanyak 120 UMKM lokal ambil bagian dalam Garuda Sakti Cross Border Fest 2026. Keterlibatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas UMKM dalam menghadapi perkembangan ekonomi dan keuangan digital.

Antusiasme masyarakat terhadap transaksi digital juga terlihat dalam pelaksanaan Pasar Murah selama festival.
Tercatat 2.977 transaksi menggunakan QRIS selama kegiatan berlangsung.

Capaian tersebut menunjukkan semakin luasnya penerimaan pembayaran digital di tengah masyarakat perbatasan. QRIS dinilai memberikan kemudahan sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang lebih efisien dan inklusif.

Pelajar hingga Guru Penggerak Daerah 3T
Selain kegiatan ekonomi dan digitalisasi, Garuda Sakti juga memberikan ruang bagi generasi muda melalui Garuda Championship.

Kompetisi digelar untuk berbagai jenjang pendidikan.
Pada tingkat SD, terdapat Lomba Mewarnai dan Lomba Cerdas Cermat. Tingkat SMP menghadirkan Lomba Rangking 1 dan Lomba Pidato.
Sementara pada tingkat SMA/SMK digelar Lomba Inovasi dan Lomba Tari Kreasi.

Dalam acara penutupan juga diberikan apresiasi kepada Guru Penggerak di daerah 3T yang dinilai memiliki jasa dan semangat dalam mencerdaskan anak-anak bangsa di wilayah perbatasan.

Hadir dalam closing ceremony tersebut antara lain Dansatgas Pamtas RI-RDTL, Wadanyon A Pelopor, perwakilan KBRI Timor-Leste, pimpinan perbankan, unsur Forkopimda Kabupaten Belu serta jajaran terkait.

BI NTT selanjutnya akan terus memperkuat edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah) melalui berbagai program, salah satunya Pojok Literasi CBP Rupiah di Atambua.

Pojok literasi tersebut diharapkan menjadi ruang edukasi masyarakat untuk meningkatkan pemahaman mengenai Rupiah sekaligus membangun kesadaran untuk menjaga, merawat dan menggunakan Rupiah dalam setiap transaksi di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Berakhirnya Garuda Sakti Cross Border Fest 2026 diharapkan bukan menjadi akhir dari gerakan tersebut. Semangat menjaga kedaulatan Rupiah dan memperkuat ekonomi masyarakat perbatasan diharapkan terus berlanjut serta menjadi inspirasi bagi kawasan perbatasan lainnya di Indonesia. (*/RN)

error: Konten dilindungi!