Cegah Kekerasan Digital, ChildFund International di Indonesia Bersama Cita Madani Perkenalkan Aplikasi “Swipe Safe Berdaya” di SMAN 1 Kupang

Evi Daros, Fasilitator Program Aplikasi Swape Safe saat membuka kegiatan memperkenalkan aplikasi Swape Safe kepada peserta guru TIK di ruang Lab Komputer SMAN 1 Kupang, Rabu (19/11/2025). (Dok: TD/ranakanews.com).

KUPANG, RANAKANEWS.com – ChildFund International di Indonesia  bersama Cita Madani NTT memperkenalkan aplikasi “Swipe Safe Berdaya” di SMAN 1 Kupang.

Aplikasi Swipe Safe merupakan bagian dari upaya kolaboratif antara ChilFund International dan berbagai mitra dalam menanggapi meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak di era digital.

“Hari ini kita menjelaskan pertama pengenalan aplikasi dulu, setelah itu kita memberitahukan kurikulum dalam aplikasi ini. Tujuan dari kita mengenalkan aplikasi ini untuk memperluas efektivitas dari program Swipe Safe yang sebelumnya dilakukan secara offline. Aplikasi ini diharapkan menjadi alat bantu yang efektif dalam menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi anak-anak SMP dan SMA/SMK di Kota Kupang,” ungkap Leonardus Primus.S.Umbu, Fasilitator Program Swipe Safe dari Cita Madani NTT kepada ranakanews.com disela-sela kegiatan yang berlangsung di SMAN 1 Kupang, Rabu (19/11/2025).

Kenapa memilih SMAN 1 Kupang menurut Primus karena program ini kita kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas P dan K Provinsi NTT). “SMAN 1 Kupang ini rekomendasi dari Dinas P dan K Provinsi NTT. Juga awal prgram itu di SMAN 1 Kupang,” ujar Primus.

Lanjut Primus, Program ini bertujuan untuk membekali anak-anak dengan pengetahuan dan keterampilan agar dapat menggunakan internet dengan aman, cerdas, dan bertanggungjawab, serta melindungi diri dari risiko daring seperti kekerasan dan eksploitasi. “Berdaya “ merujuk pada tujuan agar anak-anak bisa menjadi lebih berdaya dan cakap digital.  program edukasi  keamanan digital untuk anak-anak dan remaja  yang dijalankan oleh ChildFund International  dengan dukungan dari lembaga lain tujuan utama untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan anak-anak dalam menghadapi risiko di dunia maya, seperti penyebaran informasi yang tidak aman, perlindungan data pribadi, dan potensi bahaya lainnya.

Swipe Safe dirancang sebagai aplikasi yang mudah digunakan dengan konten edukatif yang komprehensif, aplikasi ini memberikan panduan praktis agar anak-anak tidak hanya terhindar dari kekerasan digital, tetapi juga tidak menjadi pelaku.

“Aplikasi ini menyajikan beragam informasi penting yang bisa membantu anak memahami risiko dunia digital, dan bagimana mereka bisa melindungi diri. Ini juga mencegah mereka menjadi pelaku kekerasan tanpa disadari,” jelasnya.

Keunggulan dari aplikasi ini adalah Pertama, Pendekatan interaktif yang menyenangkan. Kedua, Aksesibilitas yang luas, dan yang Ketiga, Konten yang relevan dan aktual.

Pihak Terlibat

Melibatkan berbagai pihak, termasuk  pemerintah  antara lain Pemerintah Kota Kupang, dan Pemerintah Jawa Tengah). Sekolah, orang tua, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) seperti ChilFund Internasional, Cita Madani, dan yayasan Kesejahteraan Keluarga dan Sejahtera (YKKS).

Kegiatan

Melakukan sosialisasi dan implementasi aplikasi edukatif di sekolah-sekolah.

Menyelenggarakan kegiatan seperti Berdaya Summit untuk merefleksikan dan membahas isu perlindungan anak di era digital.

Memberikan  modul edukasi untuk anak-anak , orang tua, dan sekolah.

Contoh Implementasi: Program ini telah diterapkan di beberapa daerah, salah satunya di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT), Semarang, Jawa Tengah.

Harapanya  semoga sekolah-sekolah bukan hanya di SMAN 1 Kupang tetapi aplikasi Swape Safe ini bisa menjangkau semua  SMP dan SMA/SMK  yang ada di Kota Kupang supaya anak-anak kita ini bisa terhindar dari berbagai macam kekerasan dan ekploitasi yang ada dunia maya,” pungkas Primus.

Kepala SMAN 1 Kupang, Dra.Marselina Tua,M.Si  menurutnya kegiatan ini sangat penting. Sangat bermanfaat. “Saya mengapresiasi kepada ChildFund dan Cita Madani yang sudah membuat aplikasi  seperti ini. Terima kasih sudah membuat kegiatan yang luar biasa ini. Salam hormat untuk kedua organisasi yang luar biasa ini yang sudah  memikirkan tentang masa depan dari remaja dan generasai muda Indonesia. Tuhan memberkati.

Marselina juga mengingatkan para siswa untuk lebih bijak dalam menggunakan internet dan media sosial . Ia menekankan pentingnya berpikir panjang sebelum membagikan sesuatu secara online.

“Apa yang kalian unggah hari ini bisa muncul kembali lima atau enam tahun ke depan. Karena itu, penting untuk selalu berpikir: apakah yang diposting bisa merugikan diri sendiri , keluarga, atau teman? jangan asal klik atau bagikan,” tegasnya. Ia juga berharap manfaatkan internet secara bijaksana dan bertanggung jawab. (TD)

 

 

error: Konten dilindungi!