DPC WKRI Sta.Familia dan Puskesmas Sikumana Bersinergi Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Pemeriksaan Kesehatan Gratis yang diinisiasi oleh DPC WKRI, DPP Bidang Sosek dan Puskesmas Sikumana Kupang, Sabtu (28/5/2022) di Aula Paroki Sta.Familia Sikumana Kupang.

KUPANG, RANAKANEWS.com- Dewan Pengurus Cabang (DPC) Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Sta. Familia Sikumana bersinergi dengan Pengurus Dewan Pastoral Paroki (DPP) Bidang Sosial Budaya dan Puskesmas Sikumana Kupang menggelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis.

Kami berkolaborasi bekerjasama untuk kegiatan ini, didahului dengan senam sehat; senam pagi bersama yaitu senam jantung mengatasi stroke, persendian dan Penyakit Tidak Menular (PTM).

Demikian disampaikan oleh Ketua DPC WKRI Sta. Familia Sikumana, Lusia Tiwe disela-sela kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang dilaksanakan di Aula Paroki Sta.Familia Sikumana, Sabtu (28 /5/2022).

“Seluruh peserta menjalani sejumlah pemeriksaan kesehatan antaralain Berat Badan (BB), Lingkar perut, Tensi, Tinggi badan dan Cek gula darah,” jelas Lusi.

Lusi mengatakan, kegiatan senam sehat dan  pemeriksaan kesehatan gratis yang diinisiasi DPC WKRI Sta.Familia dan DPP Bidang Sosek bekerjasama dengan Puskesmas Sikumana agar masyarakat hidup sehat.

“Sebagai langkah awal mencegah PTM dengan melakukan cek kesehatan seperti yang kita lakukan hari ini. Diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mencegah PTM dan penyakit menular,” kata Lusi.

Terkait sasaran lanjut Lusi,  “memang kami  masih fokus umat Paroki Sta. Familia Sikumana. Tujuan kita mengajak masyarakat  untuk hidup sehat ‘ayo sehat’ dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), sehingga kita berharap program ini akan terus berlanjut.  Yang jelas olah raga bersama itu sudah menjadi target tiap minggu pada hari Sabtu.  Bersama dengan umat wilayah 3 itu, kami sudah mulai,” tutur Lusi.

Lebih jauh Lusi menjelaskan tentang Pos Pelayanan kesehatan. “Kami ingin membentuk pos pelayanan kesehan  paroki. Sudah berkoordinasi dengan Pastor Paroki dan DPP dan mereka siap mendukung, tinggal WKRI berusaha bagaimana supaya ini pos tetap berjalan,” imbuh Lusi.

“Kegiatan ini akan selalu dilaksanakan, kita harapkan masyarakat dapat mengajak masyarakat lainnya agar pola germas dapat sukses di Paroki Sta.Familia Sikumana. Mari kita jaga kebugaran tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat dalam keseharian,” pungkas Sekretaris Kominfo Provinsi NTT itu.

Sementara Kepala Puskesmas Sikumana Kupang, dr. Maria Veronica Ivonny Dondao Ray  menyampaikan terima kasih karena kerja yang baik antara Puskesmas Sikumana dengan Gereja  Paroki  Sta.Familia dalam hal ini DPP Bidang Sosek dengan WKRI.

“Kegiatan hari  ini untuk melakukan screening penyakit tidak menular, terutama untuk hipertensi. Jadi  kita lakukan pemeriksaan untuk lebih khusus pada keluarga di Sikumana, khususnya di Gereja Paroki Sta.Familia,” ujar dr. Ivon.

“Ini luar biasa responnya antusias dari umat di Gereja Sta.Famlia  sehingga hari ini bisa sekitar 200 lebih orang yang melakukan sceening kesehatan dan pemeriksaan kesehatan secara umum,” ujar dr.Ivon.

Lebih jauh ia mengingatkan, untuk masyarakat  di wilayah kerja  Puskesmas  Sikumana, dan  masyarakat umum Kota Kupang sekarang Penyakit Tidak Menular adalah suatu penyakit yang juga harus dicegah. Bagaimana cara mencegahnya dengan melakukan perilaku “CERDIK “ .

“CERDIK; Cek kesehatan secara berkala, Enyahlah asap rokok, Rajin beraktivitas fisik, Diet yang sehat dan seimbang, Istirahat yang cukup dan kelola stress,” jelas dr.Ivon.

Penyakit Tidak Menular, seperti  kanker, hipertensi, diabetes, jantung,  dan sebagainya angkanya lebih tinggi dari Penyakit Menular.

Menurutnya penyebab berbagai macam PTM, itu karena banyak mengkonsumsi makanan dengan kalori yang tinggi namun jarang melakukan aktivitas fisik.

PTM merupakan penyebab kematian terbanyak di Indonesia. “Timbulnya PTM dipicu berbagai faktor diantaranya gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, pola makan yang tidak sehat, dan kurang aktivitas fisik,” jelas dr.Ivon.

Menurutnya sebagai langkah mencegah PTM adalah dengan melakukan cek kesehatan secara rutin. Hasil pemeriksaan tersebut dapat memberikan gambaran terkini kondisi kesehatan seseorang, termasuk ketika terdapat faktor risiko PTM sehingga dapat dilakukan berbagai upaya pencegahan sedini mungkin agar dapat segera dilakukan pengobatan sekaligus mencegah terjadinya penularan.

“Diharapkan dengan adanya pemeriksaan kesehatan ini, masyarakat dapat mengetahui kondisi tubuhnya secara dini serta bila ditemukan indikasi memiliki penyakit tertentu agar dapat melakukan pengobatan lebih lanjut,” ugkap dr.Ivon.

“Dengan adanya pandemi Covid-19 belum berakhir  hingga kini, diimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap melaksanakan protokol kesehatan  seperti: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak serta meningkatkan imun tubuh dengan mengkonsumsi makanan yang kaya akan vitamin dan rajin berolahraga. Bagi yang belum vaksin agar segera vaksin,” pungkasnya.

Hal senada, disampaikan Ketua DPP Bidang Sosek, Elda Tauk mengimbau masyarakat agar hidup sehat.

“Pemeriksaan kesehatan secara gratis ini sengaja kami lakukan, selain cek kesehatan kami juga memberikan pemahaman tentang pentingnya hidup sehat; berolahraga.

“Kegiatan pemeriksaan gratis  yang dilaksanakan hari ini langkah awal.  Jadi ke depannya ada pos kesehatan di gereja. Pos kesehatan itu melayani pengobatan untuk semua kalangan dari yang bayi sampai dengan yang lansia. Kemudian  hari ini screening penyakit yang  tidak menular untuk deteksi dini orang yang hipertensi, sakit gula,” tambah Elda.

“Untuk warga umat  Paroki Sta. Familia jangan bosan-bosan untuk lakukan perilaku hidup bersih dan sehat. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah kegiatan fisik; olah raga rutin. Paling kurang lima kali dalam seminggu disesuaikan dengan kemampuan fisik. Kalau misalkan kita umur 50 kita tidak mungkin olah raga yang seperti orang orang muda.  Jalan jalan santai yang penting 30 menit keluarkan keringat itu sudah luar biasa.  Apalagi  kalau macam kita pagi ini senam pagi bersama. Senam pagi bersama itu sangat baik bagi kesehatan kita,” tambah Elda.

Lebih jauh Elda mengatakan, “kegiatan ini, kita tidak hanya hari ini tapi setiap hari Sabtu kita selalu berolah raga pagi jam 6.15 setelah misa pagi sampai  dengan jam 7.30 atau 8.00 itu kegiatan fisik. Kemudian rencananya sekali  sebulan kita adakan pengobatan gratis di gereja.

Harapannya pos ini harus ada. Pos kesehatan ini berjalan terus tetapi kita butuh dukungan dari seluruh umat.
“Kalau mereka mau dilayani maka mereka ikut ambil bagian dalam hal ini. Kami tidak bisa bekerja kalau tanpa orang orang yang membutuhkan bantuan kami ,” ujar Pengelola Bidang HIV Puskesmas Sikumana itu.

Salah satu peserta yang hadir, Fransiskus Nurak mengaku senang.

Menurut Pance, sapaan akrabnya, kegiatan yang dilakukan oleh Puskesmas Sikumana bekerjama WKRI dan DPP Bidang Sosek sangat luar biasa.

“Saya mengapresiasi dan berterima kasih, ini  sangat membantu bagi keluarga yang tidak mampu karena pemeriksaan gratis. Berharap kegiatan ini tidak saja berhenti disini, tetapi  terus berlanjut,” ujar Pance. (TD)

error: Konten dilindungi!