Dua Difabel NTT Promosikan Tenun Ikat, PTI Dede Radinal Beri Apresiasi

Dua difabel, Sri Wanti Tasuap siswa SLB Negeri Oelmasi Kabupaten Kupang dan Linda siswa SLB Negeri Manekat Niki-Niki Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).asal NTT, mempromosikan Tenun Ikat pada Event Women 20 (W20) di Danau Toba, Sumatera Utara (Foto: Istimewa)

KUPANG, RANAKANEWS.com- Dua difabel asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mempromosikan Tenun Ikat pada Event Women 20 (W20) di Danau Toba, Sumatera Utara yang berlangsung 19-21 Juli 2022.

Dua Difabel itu merupakan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB). Sri Wanti Tasuap siswa SLB Negeri Oelmasi Kabupaten Kupang dan Linda siswa SLB Negeri Manekat Niki-Niki Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Selama proses W20 ini, dua difabel tersebut mendapat dukungan penuh dari Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ny. Julie Sutrisno Laiskodat.

Julie Sutrisno Laiskodat yang akrab disapa Bunda Julie, menjalin kerja sama dengan Perempuan Tangguh Indonesia (PTI) untuk mempromosikan karya tenun ikat asal NTT di ajang Presidensi G20 2022 Indonesia.

Bunda Julie Laiskodat kepada wartawan, Jumat (22/7/2022) menjelaskan, Sri Wanti dan Linda, merupakan difabel yang berbakat. Mereka mampu menunjukkan talenta mereka dalam menenun, hingga mempromosikannya dalam ajang bergensi seperti W20.

“Ajang W20 ini memberikan kesempatan kepada anak-anak disabilitas untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam menghasilkan berbagai karya khususnya dalam hal menenun sehingga menuju kemandirian,” ujar Bunda Julie.

Menurut  Bunda Julie, tenun ikat yang dihasilkan Sri Wanti dan Linda sangat bagus. “Saya sendiri telah menyaksikan langsung para pelajar disabilitas di NTT menenun karya tenun ikat dan mereka mampu menghasilkan karya yang sangat bagus,” ujar Istri Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat.

Bunda Julie berharap Sri Wanti dan Linda dapat menjadi contoh bagi keluarga dan siswa difabel lainnya untuk tidak merasa malu dan minder dengan kekurangan yang dimiliki. Tetapi itu dijadikan sebagai kelebihan dalam mengembangkan potensi dan talenta melalui karya-karya yang bermanfaat dan dapat membantu perekonomian keluarga.

Sementara Program Director Perempuan Tangguh Indonesia (PTI), Dede Radinal menjelaskan, Perempuan Tangguh Indonesia fokus memberikan pelatihan kepada perempuan dan anak-anak difabel.

Kata Dede Radinal, pelatihan tersebut bertujuan untuk memberikan kemampuan baru kepada mereka (anak- anak difabel, red) agar bisa mandiri dan tangguh.

Menurutnya pameran yang diikuti merupakan hasil karya anak-anak difabel, termasuk juga ada lukisan dan tenun.

Dirinya mengapresiasi Sri Wanti dan Linda yang pada pameran W20 itu mampu memukau pengunjung.

“Allhamdulilah animo dari pada peserta yang hadir sangat senang dan tertarik, karena memang isu yang diangkat pada Event W20 tersebut ialah perempuan desa dan disabilitas. Untuk itu, pelaksanan yang dijalankan oleh Yayasan Tangguh Indonesia dan Dekranasda NTT sudah sangat tepat, yaitu bagaimana mereka mendukung perekonomian. Jadi anak-anak disabilitas dan Ibu-ibu bekerja untuk terus produktif sehingga mendorong perekonomian di daerah masing-masing,” ujarnya.

Dirinya  berharap, ke depan banyak daerah-daerah di Indonesia yang mendukung anak-anak difabel memberi kesempatan seluas-luasnya untuk terus berkarya, sehingga mereka memiliki kepercayaan diri dan kesempatan untuk memberdayakan ekonomi.

“Jadi bukan hanya Ibu-ibunya, tetapi anak-anaknya juga harus diberi kesempatan seluas-luasnya,” ucapnya.

Sementara Sri Wanti mengaku senang dan bangga karena telah dipilih dan diutus untuk mempromosikan kain tenun ikat NTT di Event W20.

Ia juga berterima kasih kepada Bunda Julie Laiskodat karena telah mendukung dan memperhatikan anak-anak difabel NTT untuk mengembangkan talenta yang dimiliki.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bunda Julie yang sudah memperhatikan Kami, kaum disabilitas,” ungkap Sri Wanti. (RN)

error: Konten dilindungi!