Komisi Kitab Suci KAK Bersama Kelompok Muda dan Relawan Delkit Kak Gelar Pendalaman Kitab Suci Online

KUPANG, RANAKANEWS.com- Komisi Kitab Suci KAK kembali menggelar kegiatan pendalaman kitab suci online bersama kelompok muda kitab suci KAK dan relawan Delkit KAK pada Minggu (30/1/2021).

Kegiatan ini terbuka untuk umum, maka hadir pula peserta dari Kefa, Timika, bahkan Afrika Selatan.  Selain peserta dari Kupang, termasuk para suster DCPB Komunitas Haukoto. Pater Marsel Samon, SVD, misionaris asal Kupang yang berkarya di Afrika Selatan, ikut ambil bagian dalam kegiatan pendalaman kitab suci ini.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut perayaan Minggu Sabda Allah. Sesuai amanat Paus Fransiskus dalam dokumen Aperuit Illis, ada tiga bentuk kegiatan yaitu perayaan, pendalaman dan penyebarluasan Sabda Allah. Kegiatan ini merupakan bagian dari poin kedua, yaitu mendalami teks kitab suci secara bersama. Ini dimaksudkan pula sebagai pembelajaran bersama, bagaimana mendalami teks injil secara sederhana dan menemukan pesan Tuhan untuk kehidupan, ” jelas Rm. Sipri Senda, Ketua Komisi Kitab Suci KAK yang menjadikan  narasumber.

Teks pilihan untuk didalami bersama adalah perikop Mrk 1:21-28, yang merupakan bacaan injil Hari Minggu Biasa IV Tahun B. Dituntun dengan pertanyaan 5W1H, para peserta diajak mendalami teks dengan berusaha mencari jawaban atas pertanyaan seraya memanfaatkan kamus dan peta pada bagian belakang Alkitab Deuterokanonika.

Hal-hal yang tidak dimengerti pada teks dijelaskan oleh Rm. Sipri Senda. Misalnya penjelasan tentang Sabat sebagai hari istirahat orang Yahudi, yang berbasis pada hari ketujuh sesudah penciptaan, bahwa Allah beristirahat dan menguduskan hari Sabat. Oleh karena itu, orang Yahudi dilarang untuk bekerja pada hari Sabat.

Para peserta menyatakan rasa senang mengikuti kegiatan ini.

Salah satu peserta dari Timika-Papua, Ibu Irenyasari  mengungkapkan, “Saya senang bisa mengikuti kegiatan ini, walaupun sedikit terkendala sinyal atau jaringan. Namun saya mendapat inspirasi dari teks ini sesudah mendalami bersama, bahwa Tuhan membantu kita dalam perjuangan hidup melawan kekuatan roh jahat. Yang penting adalah tekun berdoa. Pengalaman saya, anak saya mengalami sakit yang katanya dipengaruhi oleh kekuatan roh jahat selama dua tahun. Saya hanya berdoa, berdoa dan terus berdoa. Akhirnya Tuhan mengabulkan doa saya. Anak saya kini sehat tanpa gangguan apapun. Tuhan itu baik,” ucap Irenyasari.

Yohanes Bahy sebagai moderator kegiatan mengharapkan agar dalam kegiatan selanjutnya, semakin banyak peserta bisa ikut ambil bagian dan memperoleh manfaat rohani yang luar biasa dari kitab suci. (Vallo)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version