Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Komunitas WM Adakan Diskusi Bersama

KUPANG, RANAKA- NEWS. com-  Dalam rangka memperingati 16 hari stop Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Komunitas Womens’s March (WM) mengadakan diskusi bersama Komunitas se-NTT khususnya Kota Kupang dan kaum muda tentang Kekerasan Dalam Pacaran, baik secara Offline maupun Online dilaksanakan di Gedung BKKBN Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (30/11/2020).
Dalam diskusi ini komunitas Womens’s March bersama kaum muda NTT memfokuskan topik Kekerasan dalam Pacaran.
Saat di temui awak media Cicio Subakti sebagai Pemateri yang juga sebagai anggota WM mengatakan, “Kegiatan ini merupakan wujud partisipasi dalam rangka 16 hari  Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dalam diskusi ini memfokuskan topik tentang kekerasan dalam pacaran hal ini dikarenakan kekerasan dalam pacaran rentan terjadi di kalangan remaja dan juga orang dewasa.
“Saya  melihat hubungan pacaran kaum muda di Kota Kupang relasi pacarannya masih sangat sehat, namun kita terbawa stigma yang ada dari Budaya yang ada dan di langgengkan oleh budaya Patriarki tanpa kita sadari hal itu sudah terdoktrin, sehingga  Kaum muda kadang cenderung melakukan sesuatu yang mereka tahu hal itu tidak baik, namun mereka tetap melakukan hal tersebut. Hal ini terjadi di karenakan adanya pemikiran dalam diri anak muda bahwa ketika tidak melakukan “sesuatu” terhadap pasangan bahwa kamu bukan anak muda yang Gentelman,” imbuhnya.
Cicio berpesan kepada kaum muda khususnya teman-teman kaum muda yang sudah ikut berdiskusi untuk tidak sekedar mengikuti kegiatan, namun juga dipahami dan dikampanyekan serta menjadi bahan refleksi bagi diri sendiri dan juga orang lain.
Sementara itu, Heru Benu dan Hendrik Lengu yang merupakan peserta diskusi mengatakan, “kegiatan diskusi bersama  Komunitas Womens’s March sangat bermanfaat khususnya bagi kami yang masih  usia Remaja SMA, dimana kita tahu bersama di usia ini rentan terjadinya Tosik Relation ship sehingga kita mengenal adanya batasan-batasan dalam hubungan pacaran dan juga harus berdiskusi  banyak dengan  pasangan dan membangun relasi yang baik serta melakukan kiat-kiat baik dalam diri kita dan pasangan, agar kita  menjadi virus positif bagi orang lain,” ujarnya.
Harapan kepada seluruh kaum muda NTT agar pelajari informasi  tentang kekerasan dalam pacaran dan dapat mengantisipasi  kekerasan dalam pacaran, juga kita dapat menjadi contoh pola pacaran yang baik  dan sehat bagi teman-teman remaja lainnya. (IK)
error: Konten dilindungi!