Daerah  

Melania Hania: Menjadi Perempuan Yang Tanggap dan Tangguh Adalah Pilihan

KEFAMENANU, RANAKA-NEWS.com- Sekitar 111 tahun lalu, tepatnya pada tanggal 8 Maret 1909, Hari Perempuan Internasional pertama kali dideklarasikan. Dan hari ini dinding-dinding media sosial membooming ucapan hari perempuan sedunia.
Ucapan Happy Women’s Day kini datang dari seorang perempuan handal yang saat ini menjadi leader di lembaga pendidikan SMKS Katolik Kefamenanu.
‘Menjadi Perempuan Yang Tanggap dan Tangguh adalah Pilihan’ itulah sekelumit kata yang menjadi corak,  yang menjadi bahan reflektif yang diucap.
Dari kejauhan Kota kefamenanu, Melania Hania memberi ucapan “Selamat Hari Perempuan Sedunia” Terima Kasih Sudah Menjadi Yang Luar Biasa dengan cinta dan kasih sayang. Berpijak dari sebutir kata yang tercantum dalam pamflet ini menjadi ungkapan reflektif bagi dan untuk semua kalangan perempuan.
Kepada Media RANAKA-NEWS.com Melania Hania, S.Pd yang juga Kepala SMKS Katolik Kefamenanu menuturkan ucapan kebanggaannya.
“Perempuan harus  juga menjadi garda  terdepan dalam segala aspek kehidupan. Karena peran perempuan sama dengan laki- laki. Dan itu  menjadi makna penting dari peringatan 8 Maret  sebagai Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day (IWD), sebagai hari dimana semua perempuan di seluruh dunia merayakan pencapaian-pencapaian yang telah di torehkan baik sosial, ekonomi, budaya, dan politik perempuan. Hari Perempuan Internasional juga dirayakan sebagai bentuk sosialisasi, kampanye dunia untuk mempercepat tercapainya kesetaraan gender, atau emansipasi yang kerap hanya terucap melalui bibir,” ucap Melania Hania yang akrab disapa Melan.
Perayaan Hari Perempuan Internasional tahun 2021, mengusung tema ‘Choose to Challenge’ atau ‘Memilih untuk Menantang’.
Tema tersebut bermakna sebagai seruan kepada semua pihak untuk menantang dan menyerukan tentang bias dan ketidaksetaraan gender, serta merayakan pencapaian perempuan.
“Arti lain dalam perspektif saya adalah bagaimana perempuan mampu menjadikan diri untuk memilih kebebasannya sendiri dalam aspek kehidupan baik sosial, budaya, ekonomi dan politik  ataukah menantang perbudakan terhadap perempuan, kekerasan terhadap perempuan,” imbuh Melan.
Ia mengatakan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) memiliki banyak sekali perempuan handal  dan tangguh tapi keperkasaan yang dimiliki itu akan nampak ke permukaan jika emansipasi benar- benar harus dilakukan oleh setiap orang dari segi apapun.
“Perempuan memiliki multi peran. Kita sebenarnya bisa berbuat sama  bahkan lebih dari laki- laki karena kita (perempuan) memiliki banyak sekali peran dalam kehidupan ini, dan harusnya kita mampu meneruskan sejarah yang di torehkan oleh Clara zetkin yang menggagas pencapaian ini,” ungkap Melan dengan antusias.
“Harapan saya untuk perempuan TTU tetap menjaga integritas  sebagai perempuan dan harus menjadi perempuan yang tanggap tangguh  kreatif, cerdas dan hebat. Perempuan itu harus mempunyai aktivitas di luar rumah, perlu adanya peningkatan SDM perempuan, dan  perempuan harus banyak terlibat dalam berbagai kegiatan rohani namun  semua itu bisa terjadi dan dilakukan untuk mencapainya jika kesadaran timbul dalam diri kita sendiri. Jika kamu mendidik satu laki-laki maka kamu mendidik satu orang, Namun jika kamu mendidik satu perempuan, maka kamu mendidik satu generasi,” tutup Melan. (BB/T)
error: Konten dilindungi!