Panitia Qurban Masjid Al- Muhajirin Pembagian Paket Kurban Mengedepankan Nilai Kerukunan Yang Tinggi

Ketua Panitia, Bapak Agus Junaedi.

KUPANG, RANAKANEWS.com – Sukacita Hari Raya Idul Adha 1447 H dirayakan dengan penuh berkah dan semangat berbagi oleh seluruh jemaah Masjid Al-Muhajirin, Oebufu, Kota Kupang.

Pada perayaan tahun ini, Panitia Qurban Masjid Al- Muhajirin sukses menyembelih hewan kurban sebanyak 13 ekor Sapi dan 10 ekor Kambing.

Menariknya, pembagian paket kurban ini mengedepankan nilai kerukunan yang tinggi, di mana penerima manfaat mencakup keluarga muslim maupun non-muslim di wilayah sekitar.

Ketua Panitia Kurban Idul Adha 1447 H, Bapak Agus Junaedi, didampingi Bapak Muhammad Kasim, Imam Masjid serta tokoh pemuda, memberikan penjelasan mengenai tren kurban di masjid tersebut. Jika dibandingkan dengan dua tahun terakhir, jumlah hewan kurban tahun ini mengalami dinamika yang positif.

Seluruh daging sembelihan tersebut disalurkan secara langsung kepada 500 Kepala Keluarga (KK) kaum dhuafa yang berhak menerimanya. Menariknya, pembagian paket kurban ini mengedepankan nilai kerukunan yang tinggi, di mana penerima manfaat mencakup keluarga muslim maupun non-muslim di wilayah sekitar.

Sebagai catatan, pada tahun 1446 H lalu, pihak masjid menyembelih 9 ekor sapi dan 3 ekor kambing. Sementara itu, pada perayaan Idul Adha tahun 1445 H tahun 2026, jumlah hewan yang disembelih tercatat sebanyak 13 ekor sapi dan 10 ekor kambing.

Saat diwawancarai di halaman Masjid Al-Muhajirin pada Rabu (27/5/2026), Bapak Agus Junaidi memaparkan asal-usul perolehan hewan kurban tersebut. Beberapa di antaranya bersumber dari hasil patungan (urunan) para pekurban lokal.

Selain partisipasi mandiri warga, panitia juga menerima bantuan dan sumbangan hewan kurban dari sejumlah pihak eksternal dan instansi. Di antaranya sumbangan dari Pemerintah Provinsi NTT.

Sementara itu, drh.Agustina Selfina Tamuina mengatakan, kami sudah melakukan pemeriksaan antemorten kemarin. Tujuannya memastikan hewan dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit menular. Mencegah hewan mengalami stres atau kesakitan. “Terkait hasil pemeriksaan, hewan layak disembelih,” katanya.

Turut hadir Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, Plh Sekda Provinsi NTT, Flouri Rita Wuisan, Anggota DPRD NTT, Ir.Mohammad Ansor. Tampak hadir, Haji Ismail Dian serta rombongan dari Biro Apim Setda NTT.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena ketika diminta keterangannya mengatakan, ini menjadi sebuah momen keagaman yang biasa dirayakan tentu oleh umat Muslim sebagai pengorbanan Nabi Ibrahim Ismail dan ini juga menjadi bagian untuk bagaimana semangat berkurban dirayakan dengan baik. Dan seluruh masyarakat NTT bisa merayakan bersama-sama Idul Adha. (RN)

 

 

error: Konten dilindungi!