KUPANG, RANAKANEWS.com- Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) NTT menggelar Expo Ekraf yang diikuti puluhan pelaku ekonomi kreatif berlokasi di Kantor Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi NTT.
Kegiatan Expo Ekraf tersebut dibuka mulai Selasa, 29/6-2/7/2021 oleh Kadis Parekraf NTT, Dr. Wayan Darmawa, MT.
“Tujuan dari Expo Ekraf tersebut untuk memberi kesempatan bagi pelaku pariwisata agar memamerkan hasil kreatifitas mereka untuk dikenal masyarakat dan memiliki value ekonomi,” jelas Kadis Parekraf NTT, Dr. Wayan Darmawa, MT yang didampingi Ketua Expo Ekraf, Alosius Bria kepada wartawan Selasa (29/6/2021).
Sementara itu Ketua Expo Ekraf NTT, Alosius Bria menyebut, adapun beberapa pelaku usaha berbasis Ekraf yang kini terlibat dalam Expo yakni pengusaha kuliner, seni budaya, krya, gastronomi, para designer, content creator dengan total peserta sekitar 26 pelaku usaha.
“Kondisi ini sangat menggembirakan serta memberi spirit dan daya dorong bagi komite untuk menggelar event serupa dengan segala perbaikan demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan keterampilan pelaku UMKM untuk lebih membuat produk kreatifitas bermuatan seni dan pariwisata dan bernilai ekonomi tinggi,” jelas Alosius Bria yang akrab disapa Lois.
Kata Lois, karena kondisi pandemi, panitia awalnya membatasi hanya 26 UMK walaupun banyak pendaftar. “Namun tak disangka pelaku UMKM melihat di lokasi (Kantor Disparkeraf, red) saat pembukaan antusiasme masyarakat yang menyerbu semua jajanan habis sebelum jam 14.00 Wita, maka pelaku UMKM ajukan pendaftaran,” tutur Lois.

Diakuinya luar biasa respon UMKM NTT terhadap gebrakan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT lewat Expo Ekraf NTT yang baru pertama kali dilaksanakan dan diinisiasi oleh Dinas (Disparkeraf, red) yang selama ini dikenal hanya mengurusi pariwisata.
Lebih lanjut Lois menyebut, antusiasme pengunjung yang membeli di stand nampak dari catatan total transaksi di 31 stand, hari pertama Selasa, 29 Juni transaksi 29 stand sudah mencapai RP9.785.000,00. Transaksi terbesar adalah dari stand Hetllu Sport Indonesia senilai Rp2.375.000,00 dan transaksi terendah adalah Kopi Bikers Bold senilai Rp20.000,00. Dari 31 stand ada dua stand yang tidak bertransaksi yaitu PT Pertamina Persero (Petra Shop) jual aksesoris dan Tenun dan Lily Mesah jual kain tenun.
Menurutnya event ini searah dengan Visi Misi terbentunya Komite Ekraf dan menjadi bagian dari cara pemerintah menggandeng serta mendorong pelaku Ekraf mengairahkan industri ekonomi kreatif yang saat ini mulai tumbuh subur meski ditengah pandemic covid-19.
Adapun beberapa pelaku usaha berbasis Ekraf yang kini terlibat dalam Expo yakni pengusaha kuliner, seni budaya, krya, gastronomi, para designer, content creator dengan total peserta sekitar 25 pelaku usaha.
Dirinya berharap ada dukungan maksimal dari para pihak karena produk-produk yang ditampilkan dalam Expo kali ini benar-bear sangat berbasis masyarakat
Menurutnya, hajatan strategis seperti ini harus terus digelar, dipicu dan didampingi pemerintah sehingga banyak pelaku Ekraf bisa tumbuh dan berkembang ditengah resesi ekonomi yang sangat
“Kedepan harapan kita para pelaku Ekraf ini terus dimotivasi, didampingi dan dilakukan pembinaan-pembinaan dan pengembangan yang efektif sehingga memberi impact yang baik bagi peningkatan produktifitas dan peningkatan ekonomi lokal.
“Kepada warga masyarakat penikmat kuliner, mau berbelanja produk-produk kerajinan rakyat atau ingin mengetahui tentang profil aneka usaha ekonomi kreatif asli NTT silakan berkunjung ke Kantor Dinas Parwisata dan EKonomi Kreatif di Jalan Frans Seda No.52 Kota Kupang,” ajak Lois. (MD)












