KUPANG, RANAKANEWS.com- Kain tenun merupakan warisan budaya Indonesia. Para generasi muda perlu didorong untuk dapat mencintai dan bangga terhadap produk tenun Indonesia sehingga mereka turut melestarikan dan dapat mempromosikannya.
Saat ini, kain tenun tidak hanya dijadikan sebagai produk fesyen yang berkualitas saja, namun juga berbagai kerajinan menarik seperti tas, dompet, home decoration, maupun berbagai hasil produk lainnya yang memiliki nilai jual yang tinggi.
Demikian kata Kepala SMKN 4 Kupang, Semi Ndolu, S.Pd saat menyerahkan bantuan Alat Tenun kepada Kepala SLB Oelmasi Kupang di Aula SMKN 4 Kupang Jumat (21/5/2022).
“Penyandang Disabilitas adalah kelompok yang dapat menjadi mesin penggerak produktif secara ekonomi apabila diberikan kesempatan yang sama dan ruang ekspresi yang luas,” ujar Semi Ndolu.
Menurut Ketua MKKS SMK Kota Kupang ini, selain itu momentum Presidensi G20 tahun ini juga dimanfaatkan Indonesia untuk mendorong isu disabilitas sebagai isu lintas sektor dan mengajak dunia memikirkan serta membangun ekosistem disabilitas yang membuat para penyandang disabilitas menjadi lebih produktif.
Selain itu, Kepala SMKN 4 Kupang aktif mendorong masyarakat NTT untuk mencintai dan menggunakan karya anak bangsa, terutama produk industri lokal melalui tangan-tangan terampil (siswa/ siswi, SLB. red).
Dirinya berharap alat yang diberikan dipergunakan sebaik-baiknya dan dirawat sehingga menghasilkan produk kain tenun yang banyak dan lebih berkualitas.
Sementara Kepala SLB Oelmasi Kupang, Yusuf Kande menyampaikan rasa terima kasih kepada Kepala SMKN 4 Kupang memberikan bantuan alat tenun ini diharapkan hasil produk kain tenun yang kreatif dan inovatif.
Untuk diketahui SLB Oelmasi di Jalan Timor Raya Km. 39 Oelmasi, Kuimasi, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, NTT dengan jumlah siswa/ siswi 89 orang . Tenaga pengajar 45 orang. (RN)










