KUPANG, RANAKANEWS.com- Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Kupang, melakukan Memorandum Of Understanding (MoU) dengan Perusahaan Akadasia asal Singapura tujuannya adalah mengadakan kolaborasi kerja sama dalam hal peningkatan kemampuan dari cara mengajar guru- guru khususnya di SMKN 4 Kupang.

Demikian diungkapkan Sales Direktor Elin Gunadi, BBA., MM usai menandatangani Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama antara Kepala SMKN 4 Kupang dengan CEO Akadasia, Mr. Neelesh Bhatia didampingi Mrs. Katherine Bhatia dan Edwar Angstrong, Ph.D di Aula SMKN 4 Kupang, Jumat (8/4/2022).
“Akadasia adalah perusahaan teknologi dari Singapura yang fokus kepada peningkatan kemampuan guru diseluruh dunia yang sudah merambah sampai ke 35 negara, dan sudah memiliiki member 160 ribu guru. Jadi ini memang adalah platform yang hanya boleh diikuti oleh guru,” jelas Elin Gunadi.

Lanjut Elin menambahkan, kalau di dalam platform itu sendiri, akan ada modul-modul untuk peningkatan kemampuan dari guru, tidak hanya dari sisi pedagogi tetapi juga dalam hal kesehatan mental, karena kesehatan mental itu bukan hanya menjadi masalah yang dialami para murid tetapi juga dialami oleh para guru apalagi disituasi pandemi.
“Dan dengan adanya perubahan sistem kadang membuat para guru depresi, hingga dengan adanya platform ini mempermudah khususnya bagi guru-guru yang memang agak boleh dibilang tidak terlalu melek teknologi. Jadi aplikasi ini diciptakan sesimpel mungkin sehingga bisa diakses oleh para guru maupun tenaga pendidik lainnya,” sambung Elin.
Ia menambahkan bahasa yang digunakan juga bahasa Indonesia sehingga tidak menyulitkan para guru dalam mengaksesnya.
Untuk di Kota Kupang kata Elin, sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah SMA dan Perguruan Tinggi, sedangkan untuk SMK baru SMKN 4 Kupang.
Sementara Wakasek Kurikulum SMKN 4 Kupang, Harry K.F.Ledoh, S,Pd., disela-sela kegiatan tersebut mengatakan, pada dasarnya teknologi sudah hidup bersama-sama dengan kita, termasuk penggunaan smartphone android. Suka tidak suka guru harus betul-betul bisa mengikuti perkembangan zaman, karena sekarang siswa lebih mengerti terhadap perkembangan teknologi.
“Salah satu tujuan Akadasia adalah melatih guru-guru agar apa yang disenangi siswa bisa kita kuasai juga dan kita bisa tuangkan dalam media pembelajaran yang akan disampaikan kepada siswa, sehingga siswa merasa guru itu tidak jauh tertinggal dari belakang, bisa sama-sama melaksanakan pembelajaran yang menyenangkan sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujar Harrry.
Oleh karena itu, menurut Harry, akan lebih bagus kalau guru juga bisa tidak melek terhadap teknologi pembelajaran. Kalau tidak ya kita bakal ketinggalan dengan para siswa, jadi untuk bisa mendekatkan diri dengan siswa pentingnya peningkatan kemampuan guru.
Sementara itu, Edward Angstrong, Ph.D mengatakan, dengan adanya kolaborasi Akadasia dengan guru-guru khususnya di Kupang, ”Guru-guru kita akan banyak terbantu. Dengan semakin banyaknya guru yang terbantu, pastinya peningkatan mutu dari pendidikan akan lebih baik lagi,” harap Edward.

“Sekolah kami juga ditetapkan sebagai salah satu SMK pusat keunggulan, dibidang seni dan kreatif. Sekolah dengan tenaga pengajar 55 orang guru dan 776 orang siswa yang tersebar di 5 (lima) kompetensi keahlian; Kriya Kreatif Kayu dan Rotan, Kriya Batik dan Tekstil, Desain Komunikasi Visual (DKV), Desain Interior dan Teknik Forniture, dan Teknik Komputer Jaringan (TKJ),” jelas Semi Ndolu.
Menurutnya Akadasia membantu para guru agar tidak perlu pusing lagi dengan mempelajari berbagai fitur pembelajaran.
“Namun dalam platform pembelajaran ini, Akadasia merangkum secara lebih sederhana sehingga mudah dipahami dan diaktualisasikan dalam proses pembelajaran,” terang Semi Ndolu.
Ketua MKKS SMK Kota Kupang ini mengungkapkan bahwa pihaknya sangat berbangga bisa berkenalan dan bisa menjalin kerja sama dengan Akadasia dari Singapura.
“Kerja sama ini adalah bagian dari pada kolaborasi kita bersama dengan Akadasia Singapura untuk bagaimana mengembangkan potensi yang ada pada masing-masing guru. Jadi teknik mengajar yang menggunakan berbagai platform yang disiapkan. Kemudian nanti training bagi guru-guru dengan menggunakan metode-metode pembelajaran yang lebih baik sesuai kebutuhan abad 21 dan ini menjadi penting bagi guru-guru. Karena itu hari ini kita akan mengadakan MoU,” terang Semi.
Lanjut Semi Ndolu, dengan MoU harapannya jangan sekedar diatas kertas, tetapi kemudian kita tindaklanjuti melalui aksi nyata melalui kolaborasi kita dorong guru-guru semua untuk bisa mengikuti program yang sangat luar biasa ini.
“Harapannya juga ke depan kiranya kolaborasi ini bisa membuahkan hasil yang excellent yang memberikan kontribusi positif bagi peningkatan mutu pendidikan di NTT secara khusus di SMKN 4 Kupang. Kami bangga bisa bekerja sama dan mudah-mudahan ada kolaborasi-kolaborasi berikutnya di bidang-bidang yang lain terutama bagi siswa siswi kami,” pungkas Ketua Pengurus Ikatan Alumni PAK/IPT- UKAW Kupang. (RN)










