Ketua LKP Tata Boga Swakarya Kupang, Ratna H.E. Mella (Keempat) dari kiri barisan depan, foto bersama dihari pertama kegiatan PKW di Kantor LKP Tata Boga Swakarya, JL.Swakarya 1 No.39, Kuanino, Kota Kupang, Sabtu (22/11/2025). (Dok: TD/ranakanews.com).
KUPANG, RANAKANEWS.com – Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Tata Boga Swakarya menyelenggarakan Pendidikan dan Kecakapan Wirausaha (PKW) diikuti 20 peserta kursus di Kota Kupang.
Dalam pembukaan kegiatan, Sabtu 22 November 2025 hadir Kabid Paud dan PNF, Roos Dethan. Hadir pula dalam kegiatan itu, sejumlah mitra Lembaga Tata Boga Swakarya.
Pimpinan LKP Tata Boga Swakarya, Ratna H.E Mella menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan di Kantor LKP Tata Boga Swakarya, Jl. Swakarya I No. 39, Kuanino, Kota Kupang itu diikuti kaum milenial dalam rentang usia 16-25 tahun.
Adapun materi yang diberikan dalam kursus dan pelatihan tersebut ialah fokus pada pembuatan Pastry dan Bakery, yang terbagi dalam teori 30% dan praktek 70 persen.
“Sehingga hasil lulusan, benar-benar siap untuk bekerja baik secara perorangan ataupun kelompok, melalui usaha mandiri ataupun bekerja pada dunia usaha,” tandas Ratna.
LKP Tata Boga Swakarya sendiri mempunyai visi dan misi mewujudkan suatau kembaga yang unggul berkualitas, berkarakter dan berakhlak serta mandiri, yang mampu menghasilkan lulusan atau output yang mampu berwirausaha dan bersaing dalam dunia kerja maupun dunia industry.
Kegiatan itu, lanjut Ratna berlangsung selama 19 hari. Dengan materi pembelajaran; ada materi kewirausahaan, keterampilan, rintisan usaha, dan manajemen usaha. Sehingga melalui program PKW yang dibuka pada hari ini diharapkan pelatihan ini dapat memberikan pelayanan pendidikan mulai kursus sehingga bekal pengetahuan dan keterampilan yang didapat dapat menumbuhkan sikap, mental wirausaha dalam mengelola potensi diri dan lingkungan yang dapat dijadikan bekal untuk berwirausaha serta mendorong pemberdayaan usaha kecil baru yang ada di Kota Kupang agar dapat meningkatkan daya saing dan menciptakan lapangan usaha baru khususnyadi bidang pastry dan Bakery.
“Jadi melalui program PKW ini tidak hanya melatih keterampilan peserta didik tetapi juga keterampilan kewirausahaan keterampilan dalam merintis usaha dan manajemen usaha sehingga setelah setelah selesai pelatihan ini mereka dapat merintis usaha baru dan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan lingkungannya yang sudah diajarkan oleh instruktur-instruktur yang berkompeten selama 19 hari sebagian dari upaya peningkatan sumber daya manusia sehingga mereka mampu berwirausaha dan meningkatkan taraf hidup yang lebih baik. Jadi dari pelatihan ini yang kami harapkan peserta dapat meningkatkan kompetensinya dibidang pastry dan Bakery, kemudian peserta dapat berwirausaha sendiri dengan modal alat dan bahan rintisan usaha yang kami dibagikan perorangan untuk 20 peserta kursus kemudian peserta dapat meningkatkan pendapatan sendiri dan dapat mensejahterakan keluarga dan lingkungannya,” ujar Ratna.
Di penghujung kegiatan, peserta akan mengikuti ujian kompetensi berupa ujian tertulis dan praktek.
Usai kegiatan, selain mendapatkan sertifikat, peserta juga akan mendapatkan bantuan peralatan yang dapat menunjang usaha mereka ke depan. Kegiatan tersebut didanai dari bantuan sosial BINSULAT Kemdikbud RI.
Beberapa tahun terakhir, Lembaga Mama Ratna mendapatkan kepercayaan untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan kursus dan pelatihan di bidang tata boga, hasil kemitraan dengan BINSULAT Kemdikbud RI dan juga Bekraf RI.
Menyadari kepercayaan yang diberikan itu mahal, maka Mama Ratna bersama Lembaga besutannya, selalu berusaha menjaga kepercayaan itu dengan baik.
Hal itu, Ia lakukan dengan merespons secara positif setiap tawaran program dari pemerintah dan dukungan lembaga lain, yang menunjang pelatihan tersebut.
Adapun maksud dari program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) yakni untuk memberi akses layanan pendidikan berbasis kompetensi kepada masyarakat yang kurang mampu.
Dengan tujuan, program PKW ini dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi, Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga mampu berwirausaha dan meningkatkan taraf hidup yang lebih baik. (TD)










